Minggu, 22 Desember 2013 0 komentar

Allah Ada Di Dekatku

Setelah merasakan betapa nikmatnya sholat tahajjud tadi malam, ternyata Allah terlalu indah, sayang banget jika melupakanNya 1 detikpun.

Ternyata Allah begitu dekat, melebihi dekatnya urat nadi pada tubuh kita.

Pada Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186, Allah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Di dunia ini, Tak ada alasan untuk susah..
Setiap detik Allah memberikan nikmat-NYA..
Setiap ibadah & amal sholeh menambah kebaikan dan pahala..
Setiap dzikir & do'a membangun keimanan
Setiap senyuman, membuat hati berbunga..
Setiap kesulitan, membuat kita kuat dan sabar..
Setiap sakit menghapus dosa..
Setiap masalah menguatkan jiwa, menambah pengalaman..
Setiap hal buruk dalam hidup ini adalah pelajaran, peluang taubatan nashuha, sehingga kita bahagia hakiki sepanjang hari, tak perlu jauh-jauh mencari sebuah
kebahagiaan,, tak perlu risau dengan kesulitan, tak perlu biaya mahal untuk mendekati-Nya, karena Allah ada di hati orang-orang yang beriman.

Asalkan keyakinan tumbuh di dalam hati, keyakinan akan apa yang di berikan Allah adalah yang terbaik dan akan ada hikmah setelahnya, maka apapun yang terjadi pada kita bisa di syukuri, Insya Allah.

Bahagia itu adalah dekatnya kita dengan sang Pencipta bukan yang lain..
Di mana ketenteraman itu akan muncul melebihi segala kenikmatan duniawi. Kesulitan pun menjadi indah tatkala Allah menjadi tumpuannya.

Sungguh, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Tenang.. Allah selalu ada buat kita.. Cinta dan kasih sayangNya selalu ada untuk hambaNya.

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah..” (QS. Al- Baqarah : 165) senantiasa merasakan adanya allah di dekat kita merasakan bahwa Allah selalu mengawasi segala langkah, gerak gerik semua mahlukNya.

Selalu kuingat Firman Allah yg membuatku menitikan air mata..
"Demi massa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati dalam menaati kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran." (Al-Ashr: 1-3)


Selasa, 17 Desember 2013 0 komentar

was was syetan saat berinteraksi dengan Al-Qur'an

QS. An-Nahl : 98 "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk"

Ibnu Qayyim menafsirkan bahwa tidak ada pekerjaan manusia yang lebih besar gangguan setannya daripada kegiatan bersama Al-Qur'an. karna itulah pentingnya bagi kita yang akan membaca AL-Qur'an untuk segera berlindung kepada Allah dari godaan setan.

contoh was-was :
sering menunda-nunda bagian juz yang harus dibaca pada hari itu, tidak bisa berkonsentrasi atau harus mengerjakan tugas lain yang belum terselesaikan. begitu juga was-was seakan-akan tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an.

dalam kondisi seperti ini cari jawabannya dari dalam diri dengan mengucapan "mengapa untuk berbagai kegiatan yang lain tersedia waktu yang cukup tapi untuk bertilawah terasa tidak ada waktu?"
jadi permasalahan sesungguhnya bukan ada atau tidak ada waktu tapi ada kah "kemauan" dalam diri kita untuk menyempatkannya atau tidak?

jika kita tidak bisa berkonsentrasi berhentilah sejenak, lalu tanyakan pada diri kita "sudahkah kita merasa dinasehati oleh Allah dengan ayat-ayat yang sudah dibaca?"
jika belum, maka mulailah dengan konsentrasi baru dan memandang ayat Al-Qur'an sebagai pesan langsung dari Allah untuk diri.

jika hal ini tidak dilakukan maka kita akan berada dalam kerugian yang besar. sekian tahun rajin membaca AL-Qur'an, selama itu pula kita tidak merasakan ruh dan kenikmatan nya Al-Qur'an.
Wallahualam bishawab
Sabtu, 14 Desember 2013 0 komentar

sahabat

pengertian antara teman dan sahabat itu tidak jauh berbeda. namun jika dilihat segi kesetiaan sahabat adalah nomor satunya. 1 sahabat lebih baik dari pada 1000 teman, yaa seperti halnya yang aku rasakan saat ini..

saat terpuruk, terjatuh, dan membutuhkan pertolongan dari sekian banyak temanmu hanya satu yang menolongmu itu patut dijadikan sahabat. namun, jangan salah menilai dan menganggap "dia sahabatku"
sahabat itu yang mengajakmu kejalan yang benar, bukan yang membenarkan. sahabat itu yang dengan jelas dan terang-terangan berkata bahwa itu tidak baik untukmu, bukan diam dan menyembunyikan hal yang buruk yang ada pada dirimu, dan yang terpenting sahabat yang baik itu sama-sama memperbaiki diri dihadapan-Nya berharap Ridho-Nya.

ohiya aku punya sahabat dari awal masuk SMA sampai sekarang pun masih tetap bersama, aku sudah menganggap mereka sebagai bagian dari keluargaku, dan aku menyanyangi mereka.. kata sayang tidak sewajarnya di ibaratkan, karna sayang itu bermakna luas..

mereka mengajarku apa itu agama dan pentingnya agama di kehidupan, dulu aku bisa dibilang jahiliyah.. suka berpacaran, memakai kerudung saat sekolah, suka keluyuran dsb..
namun semenjak mengenal sahabatku, mereka mengubah hidupku, mereka mengajariku arti kebaikan, ketakwaan dll..

ohiya aku menamakan nama untuk persahabatan ini SDDF yang artinya terdiri dari nama depan kita masing-masing yakni (Shofa, Dina, Dian, Fakhrunnisa) semenjak kuliah kita berpisah, hidup dengan kesibukan dan mengejar kesuksesan nya masing-masing. tapi entahlah, sahabat itu tak pernah terpisah.. memang raga kita berpisah tapi tidak dengan hati..

sesekali kami sempatkan bertemu, berkumpul bersama dan yang paling aku sukai saat sharing mengenai agama bersama..
begitulah cerita singkat antara aku dengan sahabatku, semoga saja persahabatan kita sampai akhirat kelak :*
0 komentar

*belum ada judul*

banyak temen-temen yang nanya "dina kok baca bukunya tentang jodoh mulu sih? emang udah siap?"
ini bukan masalah siap atau ngganya tapi ini cara untuk merangsang otak berfikiran jernih jauh kedepan..
buku yang dibaca juga hampir sebagian besar tentang islam kok u.u

kadang sempet tuh pas nulis status di twitter dan facebook ada yang bilang gini : "udah ngebet pengen nikahya mba?" padahal status yang saya tulis itu tulisannya begini : "aku slalu berfikir, apakah aku bisa menjadi istri yang baik dan menjadi seorang ibu yang baik untuk anak ku kelak" padahal umur ku masih 19 tahun..

mungkin itu yang membedakan wanita dengan cewek kali ya? bacaan yang aku baca hampir semua tentang masa depan yang ingin aku raih, dan hubungan keluarga sesuai syariat islam.. jarang banget bahkan hampir tidak pernah aku  membaca buku tetang cinta-cintaan, pacar-pacaran dan sebagainya.

karna hati sudah mati untuk merasakan cinta yang sesaat (pacaran). kalau diajak ke penghulu sih masih bisa dipertimbangkan dan difikirkan secara seksama lagi oleh ke dua belah pihak *eaa :D
lagi pula udah ga jaman nya pacar-pacaran tuh, "Hari gini masih seneng di mainin?? itu boneka apa orang di mainin?" *eh :p

nih buat cowo ; gimana perasaan mu mendengar ucapan dari istrimu kelak bahwa kamu adalah orang ke 7 (misalkan) yang menjamahnya.
nih buat wanita; senang kah kamu saat pasca akad kelak kamu berkata kepada suami mu "aku, menjaga diriku untuk hari ini. dan kamu orang pertama yang menyentuh ku"
*aaahhh so sweet*

pengen nya sih ngompor-ngomporin orang yang pacaran biar pada ke sindir dan kepanasan *eh :p
tapi ntar malah dosa lagi.. :p
0 komentar

ini tentang hijrahku

udah lama banget nih ga posting tulisan di blog..
maklum lagi sibuk nyusun Laporan Kuliah Kerja Praktek, dan Alhamdulillah laporan tersebut tinggal di acc sama dosen Penasehat Akademik. Semester depanTugas Akhir.. Sidang.. Sidang.. sidang..
sidang TA aja bingung dan galaunya sekarang gimana disidang di depan penghulu sama jodoh.. *eaa :D

mungkin hampir semua orang yang dekat dan kenal lama dengan saya merasa ada banyak perubahan pada diri saya, dan banyak juga yang menjauhi saya karna perubahan ini. mungkin ini yang dinamakan hijrah yang sebenarnya...

saat saya mulai meninggalkan celana jeans ketat, baju-baju ketat dan dress-dress yang tidak sesuai syari'at, dan pada saat itu juga saya memutuskan pacar saya, yaa.. beruntung lah, saya bukan orang yang dengan mudahnya membuang kesempatan yang diberikan oleh Allah..

saat itu juga banyak orang-orang yang menanyakan kepada saya : "dina, kok lu suka banget pake rok" "kok bajunya begitu (gamis)" "kok pake kerudungnya double, emang ga panas?" "kok pake kerudung nya lebar, emang ga gerah?" "kok gamau pacaran sih, emang enak gaada yang perhatiin?" dan masih banyak beribu pertanyaan yang di lontarkan kepada saya. saya cukup senang dengan banyaknya pertanyaan itu karna ternyata masih banyak orang yang memperhatikan saya :D

saat saya berprinsip untuk S3 = Single Sampai Sah , sempet tuh di ejek mati-matian hidup-hidupan, bunuh-bunuhan *loh makin panjang* :p
tapi, buat apa sih difikirin perkataan orang lain, toh ga penting juga kan? yang penting kan hubungan kita dengan Allah..

beruntunglah orangtua slalu mendukung keputusan ku, orang tua mendukung hijrahku..
dan beruntung juga saat hijrah ku ini, aku mendapatkan teman-teman yang memang saling kearah kebaikan, sosok teman itu memang penting. karna ia yang akan mempengaruhi prilaku kita, makanya ada hadist : "Seseorang itu dikenali berdasakan temannya, maka berhati-hatilah dalam memilih teman." (HR. Ahmad)
nah dari hadist tersebut tuh kita harus milih seseorang yang pantes buat dijadiin temen kita, bukan maksudnya memilih-milih yaa.. karna sosok temen itu sangat penting, karna kalau teman kita malas ya pasti kita pun kena dampaknya..

ohiya dari hijrahku ini aku juga bisa membedakan dan memperhatikan sosok yang patut untuk dijadikan teman sekaligus sahabat.. belajar dari masalah yang ada deh yaa..

saat hidayah menghampiri mungkin banyak diantara kita yang mengabaikan nya bahkan kita tidak peduli. tapi yakinlah yang diberikan langsung dari Allah itu sangat mahal dan sangat baik, tak terukur pleh apapun. dan semua tergantung di tangan kita, mengambil hidayah tersebut atau mengabaikannya?

yaa segitu dulu deh yaa, nanti dilanjut lagi.. see youu :)
 
;