Rabu, 25 Februari 2015 0 komentar

Kepada Fajar

Selamat pagi, fajar! Jangan segera meninggi, aku lebih mencintaimu yang mengintip malu-malu diantara gugusan tulang-tulang daun pinus. Cahayamu menjari, menembus tanah hutan yang basah. Ia menyapa hangat batang-batang lembut para cendekiawan, memeluk mereka yang pucat dan yang pekat. Kau mencintai bumi dengan pelan dan sunyi, tak ramai, tak terang, tapi begitu dirindukan burung-burung dan embun yang muncul. Kau begitu yang mengingatkan ku pada para pecinta yang memilih diam dalam menikmati perasaannya. Mereka, malu-malu mencintai, rindu dan cemburu. Mereka khatam soal perih akibat luka, dari yang biasa hingga semena-mena. Mereka khatam soal dipukultelak kenyataan yang tak selalu baik. Mereka tangguh hangat ketika orang yang dicintainya masih jauh terlelap. Mereka belajar rela setiap harinya.

Fajar adakah yang lebih pijar darimu setiap paginya? Adakah yang lebih tabah darimu yang mengalah ketika matahari siang mulai  menjajah langit yang menyengat para pejuang gagah berbekal peluh yang tak mau kalah?

Kepadamu fajar, hingga pagi ini aku mengagumimu. Lengkap dengan semua yang ada di siang dan malamku.

Jakarta, 25 Februari 2015 | @dinanurhayatii

Selasa, 24 Februari 2015 0 komentar

Pernah

Pernah sesekali, jalan seperti sangat kosong.
Manusia terlihat seperti batu hiasan. Aku berjalan gontai, tidak percaya bahwa hidup yang ditempuh sedemikian membingungkan.

Sering sekali, menikmati kemacetan adalah cara yang tersembunyi. Duduk manis dibelakang angkutan kota. Tertidur. Tuhan memang Maha Baik memberi kesempatan untuk tertidur dalam angkutan kota. Jalanan macet. Bising pula.

Pernah sekali aku ingin mengulang waktu. Meraung-raung agar tidak melakukan kebodohan.

Tapi manusia harus terus berjalan hilir mudik. Tidak ada waktu untuk mengemis. Apalagi menyesal.

Jakarta, 24 Februari 2015
Dalam kebisingan dan kemacetan jakarta
@dinanurhayatii

Minggu, 22 Februari 2015 0 komentar

Surat Untuk Sahabat

Pertemuan yang selalu memberi bahagia, ada tawa pada setiap cerita kita. Berada di antara kalian membuatku nyaman, cerita demi cerita mengalir begitu saja. Kepada kalian, aku tak ragu berbagi cerita tentang hidupku.

Ada yang selalu kita tunggu pada tiap jeda pertemuan kita, menanti cerita baru tentang 'dia' atau sekedar tertawa bernostalgia. Kita memiliki kesamaan, yaitu selalu ingin mencoba hal baru. Lulus dari SMA tak membuat pertemanan kita terputus. Kita justru menjadi semakin dekat, meski waktu temu kita tak lagi mampu seperti dulu.

Sudah lama kita tak liburan bersama, berbagai kesibukan membuat jeda pertemuan kita semakin lama. Rencana demi rencana yang kita atur selalu berujung gagal karena tidak menemukan waktu yang tepat, semoga semesta mendukung kita bertemu secepatnya.

Ayo liburan... Pantai sudah menunggu kita..

Dear you; SDDF
@dinanurhayati

 
;